Siapa
yang Paling Disukai Nyamuk???
Para
peneliti masih terus meneliti sebab-sebab nyamuk memilih bagian tertentu dari
tubuh manusia untuk digigit. “Ada sejumlah penelitian yang sedang
diselenggarakan pada berbagai bau-bauan yang terpancar dari tubuh manusia, yang
kemungkinan menarik bagi nyamuk,” kata Joe Conlon, PhD, penasehat
teknis kepada Asosiasi Kontrol Nyamuk Amerika.
Dengan 400 campuran bahan
berbeda untuk diuji, maka riset ini merupakan sebuah proses yang membutuhkan
banyak tenaga. “Para peneliti baru mulai menembus permukaannya,”
katanya.
Para ilmuwan memahami
bahwa 85 unsur genetik menentukan kepekaan kita terhadap gigitan nyamuk. Nyamuk
juga mengenali unsur-unsur kimiawi tertentu di tubuh kita, yang apabila
ditemukan secara berlebihan di permukaan kulit, nyamuk-nyamuk segera
berbondong-bondong mendekatinya.
“Manusia dengan jumlah konsentrasi
steroid atau kolesterol yang tinggi di permukaan kulit akan menarik bagi
nyamuk,”
kata Butler kepada WebMD. “Itu bukan berarti kalau nyamuk akan
menyerbu orang dengan tingkat kolesterol dalam darah yang tinggi secara
menyeluruh,”
jelasnya lagi. “Hanya proses pengolahan kolesterol di dalam tubuh yang
tidak efisien akan menghasilkan sisa-sisa proses yang menumpuk di permukaan
kulit dalam jumlah yang banyak.”
Nyamuk juga menyerang
manusia yang tubuhnya menghasilkan kelebihan asam-asam tertentu, seperti asam
urat, demikian penjelasan ahli serangga John Edman, PhD, juru bicara untuk
Entomological Society dari Amerika. Unsur ini dapat merangsang sensor pembau
pada nyamuk, menggerakkan mereka untuk mendarat dan mencurigai calon
korban-korbannya. Nyamuk dapat “mencium” bau makan malamnya dari jarak yang
luar biasa, yakni 50 meter, jelas Edman.
Selain itu gas
karbondioksida juga menarik bagi nyamuk, bahkan dari jarak yang jauh, demikian
penjelasan Conlon. Nyamuk lebih menyukai orang dewasa dibanding anak-anak
karena kecenderungan gas karbon dioksida yang dihasilkan lebih banyak.
Wanita-wanita hamil juga beresiko lebih tinggi, karena sebab yang sama. Gerakan
dan suhu panas tubuh juga menarik bagi nyamuk.
Oleh sebab itu, jika anda
ingin menghindari serangan gencar nyamuk pada malam hari, hindari kegiatan yang
menimbulkan banyak gerakan, nafas terengah-engah sehingga menghembuskan banyak
gas karbon dioksida, dan jangan berkeringat karena asam laktat dalam keringat
merupakan daya tarik kuat bagi nyamuk untuk menggigit anda.
Sumber :
Guntur Hermanto -


Tidak ada komentar:
Posting Komentar